Minggu, 19 Mei 2013

SEBUAH NAMA SEBUAH CERITA



SEBUAH NAMA SEBUAH CERITA


Oleh Irwan Yudi

Bagian 1
Kehidupan di Desa Jakenan
 
Sebuah cerita dari sebuah nama yang berasal dari suatu desa yang tak begitu terkenal di Kota Pati. Desa Jakenan adalah salah satu desa yang ada di kota Pati yang sedang berkembang untuk menjadi desa yang maju. Kemajuan suatu desa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti SDA,SDM dan perkembangan infrastruktur yang ada di desa. Untuk itu perlu juga yang namanya Pendidikan untuk memajukan cara berfikir setiap orang didesa tersebut. Tetapi dalam kisah ini yang diceritakan bukanlah desanya tapi adalah salah seorang penduduk didesa tersebut.
Nama saya Indah saya bukan berasal dari Desa jakenan, melainkan tetangga desanya. Ini bukan kisahku, tapi tentang kisah seseorang yang kukenal. Seseorang tersebut mempunyai sebuah nama, dan setiap nama yang mewakili seseorang, memiliki kisah cerita tersendiri. Namanya adalah Ridwan, dia anak sepasang suami istri petani yang hidup didesa tersebut. Ridwan adalah seorang anak yang sederhana, polos dan penuh semangat. Waktu itu Ridwan masih berumur 11 tahun yang pada saat itu ia masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar.
Ridwan bersekolah di SD N 02 Jakenan. Sekolahnya tak jauh dengan rumahnya, hanya 200 meter dari rumahnya. Dikelas ia menjadi ketua kelas. Ia dipercaya oleh wali kelasnya untuk memipin do’a sa’at memulai dan mengakhiri pelajaran. Hari itu hari senin, dipagi hari setelah sarapan dan sudah memakai seragam sekolah, ia pun berangkat sekolah. Ia berangkat sekolah dengan memakai sepeda kecil yang dibelikan oleh Bapaknya sebagai hadiah karena ia berhasil dapat peringkat 1 dikelasnya saat kenaikan kelas ke kelas 4 Sd.
“ Pak bu pamit, aku mau berangkat sekolah “, kata Ridwan
“Iya le hati-hati dijalan ya, jangan lupa uang sakune sudah dibawa?”, kata Ibu Ridwan.
“Sudah bu…..,’,sahut Ridwan.
Ia pun berangkat sekolah dengan riang dan bahagia, karena ia yakin bahwa hari ini ia sudah mempelajari semua pelajaran yang akan diajarkan pada hari ini, maklum ia orangnya rajin untuik masalah pelajaran disekolah.
Ketika sampai disekolah ia pun bertemu dengan teman sekelasnya yang bernama Nurkhamid yang biasa dipanggil Khamid.
“ Mid sudah mengerjakan PR matematikane belum ?’, kata Ridwan
“Sudah wan, gampang kok “,jawab Khamid.
“ Coba  lihat pekerjaanmu Mid “ kata Irwan sambil mendekati Khamid.
“ Mid ada yang salah ni no.7, iya ni coba kamu cek saja mid.”, sahut Ridwan.
“Eh bener kok ,coba lihat pekerjaanmu   ….’,sambil melihat pekerjaan Ridwan.
“Wah ini lhooo….,kamu salah ni, belum mbok kalikan …’, kata Khamid.
Sambil menghitung ulang,
“Owalah ….,iya ei, salah ni,haduh aku kurang teliti Mid. Makasih ya Mid.”, kata Ridwan
“Ok lah sama-sama wan, kita saling koreksi ajalah biar dapat nilai bagus”, kata Khamid.
 Baguslah ,aku sepakat Mid’, kata Ridwan sambil memasukkan buku tulisnya kedalam tas.
Maklum saja Nurkhamid adalah rival terberat Ridwan ketika itu dalam hal memperebutkan peringkat 1 dikelas. Setiap Caturwulan pasti ada saja yang memperoleh peringkat 1 diantara mereka bak piala bergilir.
Tet…..tet….tettttt….,
Bel pun berbunyi tepat jam 7 pagi, sa’atnya Ridwan beraksi sebagai ketua kelas didepan kelasnya sebelum masuk ruangan kelas.
“ Semuanya siap grakk……..,Maju jalan……”,teriak Ridwan dengan tegasnya.
Semua muridpun masuk keruang kelas dan beriap untuk memulai pelajaran.
Ditengah – tengah asyiknya belajar , Bu Yani yaitu guru kelas di kelas 4 bercerita tentang kelanjutan SD N 02 Jakenan.
“ Anak – anak ada berita yang harus kalian semua ketahui. Besok kalau kalian naik ke kelas 5, kalian semua akan dipindah ke SD N 1 Jakenan. Sehingga kalian bisa punya teman yang banyak.”, kata Bu Yani.
“ Bu kok bisa begitu ??????”, sahut anak-anak karena penasaran.
 “Di sekolah ini muridnya hanya sedikit, dan bila hal ini terjadi maka tidak akan ada kemajuan pendidikan di desa kita ini”, kata Bu Yani.
“Tapi kan ndak bisa begitu bu, Disekolah yang baru kan mahal bu???”, sahut Ridwan agak kesal.
“ Ya ini semua sudah diatur pemerintah, kita sebagai guru ya hanya bisa menerimanya saja. Semua ini pun sudah dipertimbangkan oleh Petinggi Desa demi kemajuan desa kita “, kata Bu Yani  menjelaskan murid-muridnya.
Bel pun berbunyiiiii,
Tetttt….tetttt….tetttttt
Semua muridpun bersiap-siap untuk pulang kerumah. Seperti biasa Ridwan dan teman sekelasnyapun pulang bersama-sana kerumahnya. Sesampainya dirumah Ridwan pun langsung menonton tv. Biasanya film yang disukainya adalah film kartun, padahal Bapaknya melarangnya untuk menonton film kartun, tapi dia tak kehilangan akal untuk menonton film.
“Mak….,ada lauk apa ni?, kata Ridwan sambil mencari makanan untuk makan siangnya.
“Di rak sudah ada makanan, tu ada sayur bening dan ikan pindang ‘, jawab Ibu Ridwan.
“Wah kok lauknya it uterus to Mak??? Tidak ada kemajuan, tiap hari makannya it uterus, terutama makan tempe, bosen mak….”, kata Ridwan sambil mengeluh.
“Ya besok saja bila kamu sudah kerja , makannya yang enak-enak, yang penting kamu belajarnya yang giat biar jadi pegawai negeri.”, kata Ibu Ridwan.
Begitulah cita-cita seorang Ibu yang ada di desa-desa, pasti ingin anaknya menjadi pegawai negeri dan begitulah dibilang sudah sukses katanya.
Pada malam hari ketika semua keluarga kumpul-kumpul diruang tamu untuk menonton sinetron kesenangan. Biasanya juga digunakan untuk mengobrol dan berdiskusi keluarga.
“ Pak kata guruku, besok kalau pas kenaikan kelas, sekolahnya mau dipindah ke SD N 1 Jakenan Pak. Katanya sekolahnya akan digabung, soalnya di SD 2 muridnya Cuma sedikit.”,kata Ridwan.
“ Ya baik dong, berarti makin banyak teman disana.”,kata Bapak.
“Tapi kan suasananya beda Pak, di SD 1 kan tempatnya orang-orang kaya Pak”, kata Ridwan.
“ Ya jangan begitu, memang kalau belum terjun langsung, kita ndak akan tahu apa yang terjadi sebenarnya. Jadi jangan asal terima sebelum membuktikkanya.”,nasehat bapak.
“ Iya Pak , berarti Bapak setuju dengan keinginan pihak sekolah???”, kata Ridwan sambil penasaran.
“ Bapak setuju-setuju saja, asalkan demi kebaikan dan kemajuan kehidupan bangsa kita.’, jawab Bapak.
“ Baik Pak bila begitu “, kata Ridwan sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Lanjutan Coming soon....!!!
By Irwan Yudi
http://www.facebook.com/irwanyudijakenan.blueridertheultimatedjupiterz?ref=tn_tnmn